Montag, Mai 29, 2006

Mimpiku...?

Montag, Mai 29, 2006 /

Tenggelam dalam lautan kata. Masih bergumul dengan laporan praktikum Mikrobiologi Umum (kali ini judulnya MPN-Most Probable Number-biarin temen2 nyasar lagi ke sini he3), jadi bendahara sie perlengkapan untuk ospek jurusan, tugas biokimia, fisiologi dan teknologi pasca panen, menghadapi ujian praktikum VB, pengamatan praktikum Hitungan Cawan jam 7 malam, dan sebagainya... (tidak aku teruskan, daripada bikin iritasi mata).

I don't know how she does it, seperti judul novelnya Allison Pearson.

Begitu juga denganku, yang kata teman-temanku, "Hidup mati untuk laporan praktikum mikro," sampai-sampai tidak menggubris hal-hal di luar itu, padahal mereka memiliki peranan vital dalam hidupku.

Aku tak menyadarinya, sampai seorang temanku yang baru pulang dari Kondang Merak berkata, "Akhirnya salah satu impianku untuk snorkeling terkabul juga. Doakan ya impianku untuk ke luar negeri juga terkabul."

Dan aku pun terlempar ke luar arena. Kembali belajar meraba dan melihat bagaimana caranya mewujudkan mimpi. Dulu aku memilih nick "dream-catcher" karena aku adalah seorang yang memiliki banyak mimpi, yang ingin aku wujudkan. Walau itu terasa tak mungkin. Dan sekarang...

Apa mimpiku...?

NB: Turut berduka cita atas musibah gempa di Jogja dan sekitarnya. Guys, apa kalian baek-baek aja...?

Dienstag, Mai 23, 2006

Cryin' (again)

Dienstag, Mai 23, 2006 /

Listening to : I'll Find A Way - Letto

Seharusnya aku tak jadi manja lagi dan menjadi lebih dewasa.
Tapi beban di pundakku pun tak kalah beratnya.
Maka bolehkah aku menangis lagi untuk kesekian kalinya...?

(Yang kuinginkan hanyalah berlari ke pantai, memandang langit dengan binar purnama dan kerlip bintang...)

Donnerstag, Mai 18, 2006

Donnerstag, Mai 18, 2006 /

Listening to : Damien Rice - The Blower's Daughter

Oh oh. Mendadak aku terkenal tiba-tiba se-THP Unibraw *hiperbolis mode ON*.
Ternyata banyak anak2 THP Unibraw yang kesasar kesini.
Waktu nyari tinjauan pustaka untuk laporan Mikrobiologi Umum.
Dan sebagian besar dari mereka TERTIPU.
Padahal aku cuma cerita soal hari-hariku di lab Mirobiologi Umum. Lengkap dengan segala penderitaan, kegilaan dan ke-hodob-an yang aku buat.
Nyahahaha~!

Thx to : Mbak Wika, Dhaniar, Insan, Hefty, Faishal, Ciput dan teman-teman lain yang sudah 'tersangkut' sampai sini. Nyahahaha~!

NB : Ternyata om Google bisa menyesatkan jugak =p~

Montag, Mai 15, 2006

..OOoooOO..

Montag, Mai 15, 2006 /

Ini masih hari Senin.
Doakan saya sanggup menyelesaikan 10 tugas dalam seminggu.
Berdoa, mulai.
...
*pingsan di tempat*

Donnerstag, Mai 11, 2006

Penderitaan & Kenyataan

Donnerstag, Mai 11, 2006 /

Listening to : Byul - I think I (Full House OST)

Setelah selama dua hari ditagih disuruh update tentang kehidupan bagaimana rasanya menjalani praktikum mikrobiologi umum *lirik Ciput*, walau badan rasanya sakit semuah kya abis digebukin, demi pembaca setia saya rela untuk bercerita *disambit sepatu kaca*.

Dengan Bangga Mempersembahkan...
2 hari menjelang Praktikum Mikrobiologi Umum
Muka kusut, jalan setengah lari, gampang panik & emosi, kurang tidur, kurang gizi, makan tidak teratur, copy paste sana sini & harus rela bolos kuliah adalah ciri utama dari praktikan Praktikum Mikrobiologi Umum THP angkatan 2005. Dijamin yang masih bisa ketawa ngakak adalah mereka yang kesehatan mentalnya agak terganggu karena harus menyelesaikan laporan berisi 6 bab, lebih dari 10 lembar, tulis tangan dengan pulpen warna biru, literatur harus berwarna & jelas, dan harus diselesaikan dalam seminggu (bagiku, menyelesaikannya dalam 3 hari sudah merupakan keajaiban semesta).

Semalam aku hanya bisa tidur selama dua jam, itu pun dengan rasa sangat bersalah, sambil memegang pulpen dan kertas, dan saat bangun malah berpikir, "Perang Malachite Green & Safranin dari Generasi ke Generasi". Jurus rahasia pun harus digunakan, yaitu cara menulis dengan kecepatan tinggi, tulisan hampir tak terbaca, dan cpoy paste sana sini. Alhamdulillah terkumpul tepat waktu jam 09.00 tadi, walau sangat diragukan apa yang sudah aku tulis tadi.

Praktikum Mikrobiologi Umum
Sedikit berbahagia karena bertemu lagi dengan Manusia-Hampir-Sempurna (MHS) yang aku kagumi. Inget, mengagumi itu BERBEDA dengan menyukai, apalagi mencintai. Understood?
Yang harus aku lakukan adalah melakukan percobaan "Faktor Suhu dalam Pertumbuhan Mikroba". Dengan berbekal media NA (Natrium Agar) NB (Nutrient Broth), dan kultur S. aureus, aku dan kedua temanku melakukan transfer kultur secara aseptis *halah*, dan harus merelakan tangan kiriku kepanasan saat tersentuh bibir tabung reaksi yang dipanaskan di atas bunsen *hiks*. Agak nyantai sih, mengingat ada waktu luang menunggu sterilisasi. Ada yang beli bakso, ngerjakan laporan, ato sekedar ngerumpi bersama. Tapi ya gitu, pulangnya jam setengah 7 *hiks*.

Tadi sore, jam setengah 7. Pengamatan kultur yang ditanam pada media & diinkubasi pada suhu & pH yang berbeda. Masih sempet-sempetnya ketawa ngakak, dalam hal ini bukan hanya karena kesehatan mental yang terganggu, tapi juga guyonan konyol yang dilemparkan kesana-kemari. Menjelang pulang, pusing setengah idup, laporan sementara menghilang! *aarrgghh...* Jadi merasa bersalah T__T Pulang jam setengah 10, ngantuk pol!

Tapi setidaknya hari ini aku bisa tertawa, ngakak sebebas-bebasnya, bersama teman-teman tersayang. Cerita panjang lebar, dan menyadari dari hasil observasi teman bahwa kebanyakan teman seangkatanku yang belum mengenalku dengan baik memandangku sebagai orang yang pendiam & misterius, tapi bagi yang sudah kenal menganggapku sebagai setengah setan, setengah gila. Hal itu aku tangkap juga dari perlakuan MHS yang lebih banyak serius & ngomongin masalah kuliah or praktikum daripada ngobrol hal-hal yang ga penting. Oh well, apapun itu. Rasanya aku harus menyelesaikan laporan biologi ini dulu daripada tertidur lagi seperti tadi malam.

NB : Happy bday to Yongki (the author of cerpen Cinta Nasib Sebatang Tebu) yg ultah kemaren, thanks Yakult-nya! :D

Sonntag, Mai 07, 2006

Am I Narcissist?

Sonntag, Mai 07, 2006 /

Menurutku, narsis itu ga dosa selama ga merugikan orang lain.
Menurutku, narsis itu AGAK lebih mending daripada ga pe-de (walo sebenernya sama-sama over sih).
Menurutku, narsis itu sangat berguna untuk yang suka becanda, "Lu narsis ah!" dan dilanjutkan saling sambit atau membandingkan siapa yang paling narsis di dunia ini *lirik sodara sepupu*
Menurutku, orang yang narsis lebih dikenal daripada yang tidak narsis. Contoh: saya di kampus. He3.
Menurutku, narsis itu perlu dilestarikan karena mereka adalah spesies2 yang langka *disambit*.
Menurutku, narsis ini sangat-sangat-sangat menular. Dulu waktu SMP bisa dibilang aku orang yang sama sekali ga suka jadi pusat perhatian (dikit-dikit sih iya). Menjelang SMA, bisa jadi karena teman-temanku orangnya pada narsis, ketularan deh. Narsis ini pun semakin menjadi-jadi ketika menapaki masa kuliah, dimana berbagai manusia yang memiliki kenarsisan yang sama bertemu...
Selama ini sih, orang-orang narsis yang pernah aku tau CUMA suka mejeng dimanapun dia berada, suka foto diri sendiri dalam berbagai pose, suka bertanya, "Apakah aku tampan?" ala Mulbuldosa-Kung Fu Komang *lirik temen sekelas waktu kelas 3 SMA*, suka menganggap dirinyalah yang paling tampan atau cantik sedunia. Pokoknya belum sampai merugikan orang lain *paling2 jugak dirasani-digosipin* or selama ini sih masih dianggap wajar n konyol. Belum ada yang ngerasa kalo orang narsis itu patut dibasmi. Tapi ada pesan hari ini yang menyinggung kenarsisanku.

"Subject:Duh, Narsis banget sih!!
Aku liat profilemu di FS, bikin aku geleng2 kepala. Well, after read ur profile, I felt that u're not living in the real world."

Hah? Aduh kakakku yang satu itu *geleng2 kepala*. Tapi benar jugak sih, aku merasa aku punya dua dunia, dunia nyata lengkap dengan filosofi life is cruel, life bites you, etc. Dunia yang kedua adalah dunia yang aku ciptakan sendiri,terbentuk dari imajinasi, mimpi-mimpi indah, dan hal-hal yang tak dapat aku miliki dalam realitas. Tapi aku masih bisa membedakan keduanya. Aku bukan skizofren. Ups, aku belum merasa, maksudnya. Entah nanti, dimana aku tidak bisa membedakan yang mana khayalan, atau kenyataan, seperti John Nash di A Beautiful Mind...

Penjelasan tentang narsisme bisa dilihat di sini.

Donnerstag, Mai 04, 2006

Pra dan Pasca Praktikum

Donnerstag, Mai 04, 2006 /

Hari Selasa. Paginya baca cerpen "Cintamu Nasib Sebatang Tebu" milik seorang kawan yang entah kenapa memakai namaku dalam salah satu pemerannya, dan 'menjodohkan' dengan teman satu angkatan yang tidak ada hubungan spesialnya sama sekali *sigh*. Menjelang siang. Rasanya mual dan pusing. Jantung berdegub kencang. Berguling-guling, tengkurap, mengacak-acak rambut, membolak-balik halaman buku Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Umum yang sudah tidak berbentuk. Feeling ga enak. Langsung sms & telpon dia dan temen-temen. Sejauh ini baik-baik saja. Sepertinya ini gangguan pra-praktikum mikrobiologi.

Hari Rabu. Muka kusut, jantung masih berdegub kencang, masih terasa mual dan sedikit pusing. Masih mending bisa belajar dari pagi sampe siang. Pre-test di THP 3, rasanya seperti ujian kelulusan saja, tegangnya bukan main. Megang pulpen gemetaran, hampir saja keliru nulis diagram alir pengecatan sel khamir, salah nulis Leuconostoc jadi Leunostoc. Alhamdulillah, ternyata lolos untuk ikut ujian praktikum*. Gosipnya, praktikumnya dari jam setengah dua sampai jam sembilan malam (kelas kemarin), capeknya bukan main, wajahnya ga ada yang fresh, semua sibuk dengan analisanya sendiri-sendiri. Kenyataan membuktikan: pulang jam delapan malam, kebagian ngerjakan Pengecatan Endospora pada Bacillus subtilis dan E. coli, yang makan waktu lama karena pengeringannya (pake kipas angin! Ga boleh pake AC, apalagi hair dryer). Ketawa ngakak sepanjang percobaan. Juara bertahan dalam mengeringkan preparat. Paling jago copy paste laporannya kelompok lain. Oh well, rasanya baru kemarin aku bisa ketawa sekenceng itu dengan temen-temen yang selama ini nggak deket sama aku*halah*.

Hari Kamis. Badan sakit semua. Ada lingkaran hitam di bawah mata. Ngantuknya bukan main waktu kuliah pagi**. Lemot kuadrat, kalo ditanya apa-apa jawaban yang pertama keluar adalah, "Ha...?". Dan itu menjangkiti mereka-mereka yang ikut praktikum mikro kemarin =p~

* Pre-test minimal 60, kurang dari itu nggak boleh ikut praktikum hari itu. Post-test kurang dari 60, mendapat "tugas kehormatan" berupa buat artikel & review. Alhamdulillah semuanya lolos =p~
**Kuliah pagi jam 6, dimana biasanya jam segitu masih molor.

Rasanya aneh. Aneh. Aneh. Aneh.