
Di depan Lab Mikro bareng temen-temen (Siapa yang paling tampan? :D)

Di depan Lab Mikro jugak. Kali ini siapa yang paling cantik? :D

NB : Maafkan sayah bila jarang banget mengunjungi blog anda-anda semuah. Tapi percayalah, walo kadang seperti maling (gak ngasih salam ato komentar kamsudnya), sayah pasti akan mengunjungi anda-anda semuanyah. Besok UAS Statistik. Entahlah apa yang merasuki hingga sayah sampai saat ini belom ngerti apa materinyah dan belum ingin membaca catatan amburadul tentang ituh lagih. Hiks. Doakan saja akan adanya keajaiban =p~
ISTJ - "Trustee". Decisiveness in practical affairs. Guardian of time- honored institutions. Dependable. 11.6% of total population. |
Yang kuinginkan dalam hidupku adalah menjadikan telenovela kehidupanku sebagai sesuatu yang mengena di hati orang yang aku sayangi, dan mengakhirinya dengan indah.
Akulah pemain di dalamnya, yang mengambil langkah awal untuk mengisi hari ini, esok dan seterusnya.
Tentu saja, tak pernah ada jalan yang benar-benar mulus seluruhnya dalam meraih impian itu. Ketakutan akan kegagalan, ketakutan akan hari esok, ketakutan akan sesuatu yang tak pasti, ketakutan akan sesuatu yang asing. Ketakutan yang sanggup menelanmu bulat-bulat dalam kegelapan dan melemparmu hingga kau takut pada matahari terbit dan putaran jam yang terus berlari.
Ketakutan-ketakutan yang aku buat hampir selalu membuangku ke dunia tak bernyawa, melenyapkan semua kesempatan yang aku miliki untuk mencicipi pengalaman yang berharga. Maka satu lagi dari keinginanku pada hidup adalah aku memiliki keberanian untuk mengikuti hati nuraniku, mendengarkannya dan tak ingin membuatnya terluka lagi.
Aku menjalani kehidupan ini dengan apa yang sudah kupilih, lengkap dengan segala resiko yang harus aku tanggung. Takdir menuntunku pada jalan yang telah kupilih, jalan yang tak aku mengerti akan berakhir dimana aku bisa mewujudkan mimpi-mimpiku yang terkubur, jalan dimana aku berharap ini yang terbaik untukku dan mereka.
Hari ini, esok, dan seterusnya aku ingin duduk di pantai saat salju turun, mengingat apa yang menjadi tujuan hidupku dan menggenggam ingatan itu kuat-kuat, menanamnya dalam jiwaku dan kemudian melanjutkan perjalanan sampai aku benar-benar bisa memiliki akhir dari cerita kehidupan yang indah...
Tahukah apa itu perpisahan?
Ia adalah kabut yang tiba-tiba muncul di hadapanmu,
datang saat kau mulai bisa tersenyum,
menghalau penglihatanmu,
dan saat kabut itu menghilang,
senyum itu juga ikut menghilang,
berganti rasa pedih dan kehilangan.
10.06.06
Naif memang, bila seseorang terus-terusan lari dari kenyataan, menghindari pahitnya perpisahan. Siapa yang menyukai perpisahan, apalagi dengan orang-orang yang disayangi? Padahal dengan mereka ia bisa tersenyum dan tertawa mengusir duka. Tentu saja, perpisahan adalah bagian dari kehidupan, seperti halnya dengan pertemuan. Pilihannya ada dua, diakhiri dengan senyuman dan atau air mata. Meninggalkan lubang hitam atau memberikan cahaya dalam hati.
Saat teringat pertemuan dan perpisahan di masa lalu. Membayangkan apabila tidak bertemu lagi dengan orang-orang tersayang dan harus meninggalkan atau ditinggalkan mereka. Mungkin aku tak akan pernah siap dengan kenyataan.
Hiatus?
...
Memangnya aku sanggup? ;)
NB : Duh. Maaf ya malem ini lagi mellow. Entah kenapa, jadi banyak mikir ini. Efek dari laporan praktikum kah? Dunno'... Yang pasti ada gangguan nih.
Ngg... Maaf kalau ceritanya agak amburadul, mengingat kapasitas otak yang lagi ga 'penuh', disebabkan oleh laporan praktikum (seperti biasa) Mikrobiologi Umum, dengan tema: Pembuatan Media & Hitungan Cawan. Semalam nginap di lab, setiap 4 jam sekali ngitung koloni yeast yang tumbuh di media. Istilahnya sih, SPC (Standard Plate Count). Alhasil, cuma bisa tidur kira-kira setengah jam aja, mo tidur juga susah, ga PW. Jadinya ya sambil ngerjakan laporan, nonton TV di lab lantai 2 (pake TV yang biasa dipake enumerasi he3), mengamati makhluk-makhluk yang sedang 'tewas', tergeletak tak berdaya dengan pose yang sangat menggelikan di lantai 1. Ada yang pose tidurnya kaya putri duyung, udang, atlet renang, pose menantang, terlentang di atas meja praktikum sampai-sampai aku mengira ada korban yang siap dianatomi =p~
Jam 6 pagi, 11.30 ada kuliah. Hampir terlelap saat itu juga. Mulai menunjukkan gejala maag akut lagi dengan kondisi sangat lemas. Sebisa mungkin tetap bertahan, jangan sampai pingsan (coz ga ada yang kuat nggotong =p~). Jaket jurusan sudah jadi. Yipee~!! Dalam waktu dekat aku usahakan fotonya :)
Waktu di Jurusan (ki-ka) : Denik, Miw, Jo, Krista, Ditha, me, Hera.
NB : Thanks to Miw, Insan, Nikolas, Jo, Yongki, Edwin, Pak Bos, Zaki, Tafi, Mike, Daman, Kholis, n temen-temen laen yang sama-sama nginep di lab, memberikan hiburan konyol (plus gorengan waktu jam 1 pagi) yang sanggup membuatku tetap terjaga sampai pagi tadi ;)
Telepon berbunyi. Dengan setengah nyeret aku angkat.
Me : "Halo..."
Di sana : "Halo. Mas Iwannya ada?"
Me : "Ha?"
Di sana : "Mas Iwan."
Me : "Ha?"
Di sana : "Mas Iwan."
Me : "Hehehe."
Di sana : "..."
kyanya ada yg aneh neh.
Me : "Oh. Nggak ada."
Di sana : "Oh. Makasih."
...
Tunggu tunggu. Walo suaranya mirip sodaraku, tapi kayaknya bukan deh. Lha aku ketawa ma sapa...? Orang ga dikenal? Jangan-jangan aku dikira orgil nih -_-"
Trus yang dimaksud sapa sih? Perasaan di rumahku yang ada Mas Awan (sodara sepupu yang nginep sementara disini). Jangan-jangan salah sambung -_-"
Oh oh. Rasanya memalukan =3