Montag, Januar 29, 2007

Standar

Montag, Januar 29, 2007 /

Ini mungkin hanya sekelumit kisah dalam kehidupan, tapi mau ga mau ini membuatku merenung juga.
Sebagai mahasiswa, yang paling ditunggu-tunggu sekaligus tidak tidunggu-tunggu adalah saat KHS. Istilahnya seperti rapor untuk siswa.
Dan tentu saja, ketika nilai-nilai di KHS itu keluar, ada yang bergembira, ada yang meratap, ada yang biasa-biasa saja.
Ada yang IP 3,8 (atau lebih) bahagia, karena memang itu hasil jerih payahnya selama ini, dimana dia sampai mengorban waktu tidur dan saat-saat untuk bersosialisasi.
Ada yang IP 3,6 sedih karena teman-temannya rata-rata IP-nya 3,8, 3,9 atau 4,0
Ada yang IP 3,0 bahagia karena baginya "penting IP 3" bisa ambil 24 sks dan lulus secepatnya
Ada yang IP 3,0 sedih karena itu penurunan dari IP yang sebelumnya 3,3 (bahkan sampai berujar, "Aku ko bego banget sih?? Masa IP-ku bisa turun drastis gituh??")
Ada yang IP 2, sekian bahagia karena sebelumnya IPnya NASAKOM (NAsib SAtu KOma)
Ada yang IPnya 2, sekian sedih karena penurunan IP dari cum laude jadi 2, sekian
dst.
Standar penerimaan mereka beda-beda, tentu saja. Maka mungkin saya harus lebih maklum, dan tidak rewel lagi karena ada saja teman yang membandingkan IP sendiri dengan IP teman-temannya yang lebih tinggi, sehingga dia frustasi (padahal IP-nya masih tergolong bagus, cum laude malah).
Saya? Ah, KHS aja masih ada yang belum keluar :) Dan mungkin saya tergolong manusia-manusia cuek yang nrima berapa pun hasilnya, selama tidak dibanding2kan dengan orang laen :)

NB : memang standar satu orang sama orang laen bisa jadi beda. Jadi ketika itu dibandingkan, dengan ketidakseimbangan yang nyata, bukankah itu hanya akan menyakitkan diri sendiri? (entahlah. begitulah menurut saya)
Ada

Donnerstag, Januar 25, 2007

I'm desperate in...

Donnerstag, Januar 25, 2007 /

Entahlah. Belum apa-apa udah desperate abis. Acaranya Indofood udah mepet abis, kurang dari seminggu lagi, dan kelompokku masih mumet nghubungin dosen pembimbing, banyak kelompok dengan tema dan bahkan dengan judul yang sama, lebih bagus dan lebih fokus, temenku yang lagi sibuk sama urusannya sendiri-sendiri, aku juga yang disibukkan sebagai panitia buat acara bulan depan...

Ah. Bodohnya. Kenapa mesti mengeluh? Harusnya dijalani, bukan terlalu dipikirkan seperti ini... -_-"

Mittwoch, Januar 17, 2007

Mancing Inspirasi

Mittwoch, Januar 17, 2007 /

Karena semalam saya hibernasi seharian, maka saya memutuskan untuk kembali mencoba menggali inspirasi. Kita awali dengan 'Malam itu...'

"Malam itu hujan rintik-rintik datang membasahi bumi. Tepat pukul 12 malam. Kau dan aku berbicara tentang hubungan antara bau tanah dan kematian. Lalu hujan itu lenyap, dan giliran aroma tanah basah yang mengisi ruang hampa dalam dada. Aku tersenyum, dan kau memandangku sendu. Ada sesuatu yang tak terucap malam itu. Aku masih belum mengerti arti tatapan sendu itu padaku. Kau dekap rasa itu dalam-dalam, tanpa bermaksud membaginya pada siapapun. Tak ada yang boleh tahu, maka tak ada yang mau tahu. Lalu kau pergi menjelang pagi, membawa embun dan senyuman samar yang kau ukir di bibirmu. Aku terlelap dalam mimpi, setelah kau pergi." (09:26 pm, kamar saya)

Berlanjut lagi pada susu kopi yang panas di meja belajar saya.

"Secangkir susu kopi. Kopi susu. Capuccino. Atau apalah namanya. Aku akan tetap menyebutnya susu kopi. Karena aku menambahkan kopi ke dalam susu, bukan susu ke dalam kopi. Warnanya bukan abu-abu, tapi cokelat seperti susu cokelat. Hanya saja itu bukan cokelat, tapi kopi. Aroma susu segar berpadu harum khas kopi menusuk dan menggerayangi indera penciumanku. Hidungku mengendus bau kopi yang tertinggal dari bungkusnya. Kopi instan, tak bernama. Satu tegukan, membakar lidah, kerongkongan, masuk ke perut. Aku tak perduli. Yang penting terisi. Manis yang agak berlebihan tidak kuhiraukan walau lidahku merasa gula dua sendok makan yang kutambahkan agak berlebihan rasanya. Tak lama lagi bibirku akan pecah-pecah karena panas susu kopi yang kuhirup. Yang terbayang di benakku adalah esai, penelitian, dan semua orang yang berhubungan di dalamnya. Entah kenapa. Badanku menggeliat. Susu kopi itu telah tandas. Saatnya menari dalam kesunyian yang kuciptakan sendiri." (09:58 pm, kamar saya)

...Masih mau lanjut?

"Ku menari dalam imaji. Kembangkan sayap dan terbang tinggi tanpa takut membentur langit-langit kamar. Karena realita tak mengijinkanku melakukan hal yang sama. Lihat, kemana langit malam tanpa batas yang kupuja? Masih ada kan? Tidak hilang tenggelam dalam lautan keputusasaan yang dangkal kan? Atau... haruskah kucuri tirai malam dari mimpi indah orang lain?" (10:11 pm, kamar saya)

Menurut Anda? :)

NB : update - ini itu si mumul

Dienstag, Januar 16, 2007

Update The Last Battle *halah*

Dienstag, Januar 16, 2007 /

UAS itu telah berakhir. Yaay...!!

Sebagai gantinya, pergilah saya pinjem komik 5 biji sekaligus (Trinity Blood 2, Bleach 23, Prince of Tea 15, Shi Hwa Mong 6-7), dilanjutkan ke t4nya Mbak Dian, nyerahin titipan kaos (from Jogja, with Love kan mbak? He3). Gomen ne nunggu lama... (duw, masi ada utang nih, maap ya blom sempet ke bank *lirik Ads* He3)

Setelah itu, kaki ini melangkah ke Toga Mas, dan memborong tafsir Al Qur'an kecil, Veronika-Paulo Coelho, dan BH-Emha Ainun Najib. Habislah setengah dari hadiah IEC itu. He3.
Pulang langsung tidur, dan seperti biasa, malamnya langsung insomnia. Sms sama temen sampe jam 12 malem. Hu3.

NB : ternyata kebanyakan bengong ga bagus juga bwat bodi... Kyanya doanya temenku bwat aku bakal manjur ne. Bunyinya gini, "Met nimbun lemak, kamu kan dalam program bikin perut jadi one pack alias ga bentuk blas. he3" T_________T

Lagi suka lagu ini :
"Ku bukan seorang pembohong
Ku wanita biasa
Ku tak maksud menyakitimu
Kau yang menunggu lama
Maaf maafkanlah aku
Ku tak maksud menghentikan langkahmu
Untuk masuk ke hidupku
Jangan engkau lupa masa-masa indah kita berdua
Nyanyilah di tengah dinginnya air mata..." (Engkau, Nidji)

Sonntag, Januar 14, 2007

Tentang hari Sabtu itu

Sonntag, Januar 14, 2007 /

Hari Sabtu, 13 Januari 2007. Aku disuruh datang ke IAAS, dalam rangka "Fun Day with Science", isinya penyerahan hadiah IEC, opening library, dan tentu saja makan-makan...

Yap, saya dinobatkan menjadi 2nd winner dalam IEC (IAAS Essay Competition). Ga nyangka juga sih, secara saya baru pertama kali ikut lomba bikin esai, dalam bahasa Inggris pulak :p

Selain acara di atas, sensei dari Japan Class membawa sensei-nya yang asli Jepun, Naomi-san. Kita diajari bikin origami burung bangau & nulis semacam kaligrafi gitu deh dalam bahasa Jepang (duw apa sih itu namanya, lupa ._.). Juga tentu saja ada traktiran bwat temen-temen se-unit (walo cuma bisa nraktir tahu telor, es degan, dan mi ayam. cukup kan teman? :D)

Tapi aku menunggu seorang teman. Aku bahagia saat itu, tapi aku merasa ada yang kurang. Aku menunggunya sampai sore, tapi dia tak kunjung datang. Ada keperluan, katanya. Baiklah, aku sudah tidak berharap dia datang, jadi kuputuskan aku akan pulang setelah Maghrib.
Tapi kemudian dia bilang, "U dimana? Aku udah di depan sekber nih."
What??
Aku tak tahu harus bilang apa. Di saat aku sudah tidak mengharapkan kedatangannya, dia muncul tanpa rasa bersalah. Sepanjang perjalanan, aku bersikap dingin, walau diusilin seperti apapun aku tetap tidak bergeming. Itu membuatnya heran, dia pun mengharapkan pertolongan dari temanku yang juga ikut saat itu :)

Tapi kita baikan lagi kok. Kita malah banyak bercerita berdua, mengingat aksara Jawa yang hampir terlupa dari ingatan-sedang dia masih cukup ingat tentang hanacaraka dan sebagainya-sepanjang malam itu sampai jam 2 pagi. Jam 12 malam, hujan turun walau hanya sementara. Amazing, aku bisa mencium aroma tanah yang terkena percik hujan bersama sahabat yang aku sayangi. Dimana sebagian besar orang di sekret sudah terlelap dalam mimpi. Dia kembali ke asramanya, setelah menyelimuti temanku yang kedinginan dengan jaket dan memastikan aku hampir terlelap.

Dia masih sahabatku yang baik dan perhatian.
Walau orang-orang di sekitarku saat itu yang melihat kita berdua mengira kita pacaran.
It doesn't matter, karena kita tahu batasan kita masing-masing. Kita tahu perasaan kita masing-masing, untuk saling menjaga satu sama lain.
Aku beruntung karena telah mengenalmu...

NB : Aku mungkin masih menjadi orang egois yang super cuekdan nggak sensitif, tapi aku akan berusaha menjadi orang yang lebih 'down to earth' dan 'low profile'. Ingatkan aku selalu ya :)

Mittwoch, Januar 10, 2007

Kualat?

Mittwoch, Januar 10, 2007 /

...
September 2006, geleng-geleng kepala coz abang yang ga tobat-tobat, malah posting ginian .

Januari 2007, geleng-geleng kepala coz... jadi suka lagu ajeb-ajeb yang ada di postingan itu.

Huaaa...!!
Maafin dd ya bang, dd kualat :p

Salahin temen dd yang punya lagu itu di hp-nya n bikin dd kepingin copy punya dia, salahin temen dd yang sekarang suka lagu-lagu mellow pisan (padahal setauku dia suka lagu-lagunya Gorillaz, MCR, The Killers-yang sebenarnya aku juga masih menyukai aliran yang sama), salahin temen dd yang sekarang pake i-Ring "Judii (suara 1), judiii...(suara 2), menjanjikan kemenangan..." (loh?)

He3. Uas tinggal 3 matkul lagi. Praktikum SFKP, Teknologi Fermentasi, n Sifat Fisik Kimia Pangan. Yaay...!! \^o^/

Samstag, Januar 06, 2007

Pindah Markas Belajar

Samstag, Januar 06, 2007 /

Hari ini seperti biasa, aku datang ke sekret pagi sekitar jam 9. Di sana sudah ada teman-teman yang baca-baca text book dan mengerjakan suatu rumus. Ada apa gerangan? Apa lagi kalau bukan persiapan menjelang ujian.

Aku sendiri? Yah, masih sekedar baca-baca, leha-leha padahal teman-teman seangkatan pusing dengan soal-soal Satop (Satuan Operasi) I. Bukannya karena pintar atau apa, tapi kapasitas otak yang (menurut saya) belum ingin diisi dengan angka-angka, rumus dan belum lagi menerjemahkan materi dari bahasa inggris ke bahasa gaul (baca: bahasa indonesia versi saya). Padahal saya bukan TransTool berjalan, tapi mengapa mereka masih meminta saya untuk menerjemahkan materi dan soal-soal Satop?? Ah sudahlah. Mungkin karena muka saya sudah mirip monitor :P

Lalu tibalah seorang teman yang keheranan melihat kami, makhluk-makhluk penghuni tetap sekret yang dengan tekunnya merem melek baca text book (sampe ketiduran bo'..) dan sekali-kali menggerogoti pensil atau pulpen yang entah sampai kapan harus bertahan.

"Wah... Ngene iki arek-arek pinter lek sinau!" (Wah... gini ni anak-anak pinter kalo belajar! :P)

Padahal kami hanyalah segelintir manusia-manusia yang malas karena nggak dari kemarin-kemarin belajar (ket:ujian Satop hari Selasa) atau emang ga betah di rumah (eh, itu saya ya? He3).

Teman-teman yang baik dan berbudi, sudilah kiranya menyumbangkan doa (plus duit atau makanan juga tidak ditolak kok. He) supaya ujian nanti yang akan berlangsung sampai tanggal 15 berjalan lancar. Amiiinnn...!!

NB : Kris, ojo nyindir ngono tha, awakmu yo pinter ae lo! :P

Freitag, Januar 05, 2007

Tentang 4 Januari

Freitag, Januar 05, 2007 /

Hari yang melelahkan dimulai dengan memenuhi janji pada teman-teman yang mau pinjam catatan buat UAS minggu depan. Dan begitulah, dari jurusan ke sekber, sekalian menunggu teman yang tak kunjung datang. Satu jam kemudian dia datang. Dengan senyum vampir, jaket merah dan wajah pucatnya dia muncul. Dan kami berdua (kadang bertiga, atau berempat, tergantung berapa orang yang nyamperin kita di sana) pun ngobrol-ngobrol dan bercanda di sana. Diiringi dengan tatapan aneh dari anak sekret sebelah (karena kami numpang duduk di depan sekret mereka. He3). Kadang-kadang dianggap kami pacaran. Halah. Apa-apaan itu.

Dia pun membantu saya dan seorang teman lagi untuk membawakan laporan praktikum milik teman-teman (thanks Mpir! ^-^).

Lalu sampe malam saya ada di sekret. Sementara yang lain rapat, saya ngerjakan paper biokimia. He3. Malamnya, sebelum menutup mata, ada yang hampir terlupa.

Dia (baca : mantan) ultah tanggal 4 Januari.

Maka begitulah, saya menghubunginya. Speechless abis. Sumpah garing. Kok suasananya jadi ga enak gini ya...? Apa karena udah mantan jadi ga bisa sobatan bae lagi kaya dulu...?

Ah sudahlah. Walaupun sedih, terima kasih teman-teman baikku yang sudah memberi pendapat dan nasihat padaku. Aku beruntung memiliki kalian :)

Mittwoch, Januar 03, 2007

Hidden Tears...

Mittwoch, Januar 03, 2007 /

setelah sekian lama air mata itu tidak mengalir,
hari ini, karena keegoisan seseorang,
rasa marah, sedih, benci kembali menggumpal dan menusuk hatiku.
apalagi itu dilakukan oleh orang terdekat.
...
Mom,walaupun aku tak bisa membantumu,
but I can feel your sadness.

Montag, Januar 01, 2007

Ternyata...

Montag, Januar 01, 2007 /

Ternyata komnyet udah mulai waras lagi.
Alhamdulillah.
Padahal kemaren abis gempa Taiwan ga bisa jalan.
Padahal kan lagi butuh banget nyari soal-soalnya Mechanical Separation dll atas nama Satuan Operasi.
Tapi sekarang aman sentosa.
Hahaha.
Tapi besok tanggal 3 UAS muncul lagi.
Dan saya?
Nyiapin apa?
Nyiapin sekaleng biskuit, segelas capuccino, flash disk, setumpuk kertas (saya orangnya malas, nggak pernah beli buku, bisanya fotokopi, apalagi fotokopi catetan teman-teman. He3), bolpoin merah andalan, dan bantal.
Kemarin-kemarin malah pusing nerjemahin jurnal-jurnal buat paper Biokimpang tercinta dengan judul, "Biosintesis Asam Glutamat", dibela-belain sampe nginap di sekret bareng temen. Hah!
OIA, met taun baru ya. Moga-moga kita bisa lebih baik daripada sekarang (klise yah?). Dan yang pasti, moga-moga resolusi yang kita susun bisa berjalan dengan baik dan kontinyu (penyakit lama : ga konsisten). Anyway, tahun baru kemarin kemana?
Saya?
Kencan?
Iya, sama bantal n guling ;p